<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Parung Panjang Itu Jauh?</title>
	<link>http://www.parungpanjang.info/2008/02/07/parung-panjang-itu-jauh/</link>
	<description>Parung Panjang Bogor</description>
	<pubDate>Sun, 05 Feb 2012 00:16:34 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.3</generator>
		<item>
		<title>By: MUMU MUDZAKIR</title>
		<link>http://www.parungpanjang.info/2008/02/07/parung-panjang-itu-jauh/#comment-1220</link>
		<dc:creator>MUMU MUDZAKIR</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Dec 2010 11:45:32 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.parungpanjang.info/2008/02/07/parung-panjang-itu-jauh/#comment-1220</guid>
		<description>Percetakan Cemerlang membantu  &#38; memberi solusi untuk masalah cetakan di Parungpanjang, Segala hal mengenai cetakan hubungi kami</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Percetakan Cemerlang membantu  &amp; memberi solusi untuk masalah cetakan di Parungpanjang, Segala hal mengenai cetakan hubungi kami</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: MUMU MUDZAKIR</title>
		<link>http://www.parungpanjang.info/2008/02/07/parung-panjang-itu-jauh/#comment-1219</link>
		<dc:creator>MUMU MUDZAKIR</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Dec 2010 11:43:46 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.parungpanjang.info/2008/02/07/parung-panjang-itu-jauh/#comment-1219</guid>
		<description>Parungpanjang akan maju bila kita maju, bila tetangga maju, bila sudara kita maju, bila teman kita maju, bila warga parungpanjang semuanya maju maka parungpanjangpun akan maju.
jangan berharap Pemerintah yang akan memajukan kita, karena mereka ada diparungpanjang sekedar melaksanakan tugas, Prp. hanya transit untuk ketempat yg lebih baik, 

kami percetakan cemerlang ikut mewarnai Parungpanjang kearah yg lebih Cemerlang, dukunglah kami, karena kami tanpa rekan2 takkan bisa ikutmemajukan Parungpanjang</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Parungpanjang akan maju bila kita maju, bila tetangga maju, bila sudara kita maju, bila teman kita maju, bila warga parungpanjang semuanya maju maka parungpanjangpun akan maju.<br />
jangan berharap Pemerintah yang akan memajukan kita, karena mereka ada diparungpanjang sekedar melaksanakan tugas, Prp. hanya transit untuk ketempat yg lebih baik, </p>
<p>kami percetakan cemerlang ikut mewarnai Parungpanjang kearah yg lebih Cemerlang, dukunglah kami, karena kami tanpa rekan2 takkan bisa ikutmemajukan Parungpanjang</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: melihat</title>
		<link>http://www.parungpanjang.info/2008/02/07/parung-panjang-itu-jauh/#comment-1035</link>
		<dc:creator>melihat</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Oct 2010 05:04:43 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.parungpanjang.info/2008/02/07/parung-panjang-itu-jauh/#comment-1035</guid>
		<description>look at:
Heri Sutini&#38;Rosmini
Perumnas 1
Jl beringin Raya no 18
parung panjang

-makelar gila perawan-</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>look at:<br />
Heri Sutini&amp;Rosmini<br />
Perumnas 1<br />
Jl beringin Raya no 18<br />
parung panjang</p>
<p>-makelar gila perawan-</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: melihat</title>
		<link>http://www.parungpanjang.info/2008/02/07/parung-panjang-itu-jauh/#comment-1034</link>
		<dc:creator>melihat</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Oct 2010 04:58:03 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.parungpanjang.info/2008/02/07/parung-panjang-itu-jauh/#comment-1034</guid>
		<description>Parung Panjang?
sulit kendaraan, pada jam malam..
gersang..
katanya daerah sengketa, dll..
dan praktis naik kereta yg penuh dengan bau tak sedap..
sudah banyak perumahan yang dibangun disana..
dahulu tinggal disana masih terasa sepii..
angkerr, ga cocok untuk gadis muda belia yang baru menetap disana!

cerita kecil:
tinggalah disana sepasang suami istri yang memiliki dua orang anak, anak pertama perempuan, dan yang kedua laki-laki. Suaminya bernama Heri Sutini bekerja di salah satu pabrik genteng di daerah cikokol, dan istrinya bernama Rosmini hanyalah ibu rumah tangga sajalah. Anak perempuan mereka yang berusian dua belas tahun itu, diasuh dengan neneknya yang menetap di daerah cikokol, dia tidak menginginkan tinggal bersama orang tuanya, dengan alasan yang bermacam. Anak kedua mereka berusia sembilan tahun ikut bersama kedua orang tuanya.

Sehari-hari Rosmini hanya dirumah saja bersama Niki yang masih duduk dibangku sekolah dasar. Terkadang Rosmini sering kali mengeluhkan tentang semua hal pada tetangga barunya yang berada tepat disebelah rumahnya, hal-hal yang dikeluhkan seputar suaminya, Rosmini pernah mengakui tindakan kekerasan dalam hubungan intimnya, dia merasa berat harus hamil lagi dan lagi, belum lagi cerita selingkuhan suaminya dengan sekretarisnya, maklum katanya pula suaminya itu bekerja di perusahaan ayahnya sendiri dan menduduki posisi ayahnya sekarang. Anak perempuannya Riris yang sudah memasuki sekolah ditingkat pertama pun, menjadikannya Rosmini alasan untuk menceritakan ketakutannya bahwa amarah suaminya sangat menyeramkan, lantaran Riris yang bermain terlalu lama dan sempat mandi dirumah tetangganya yang jarak rumahnya tidaklah begitu jauh.

Meski berstatus ibu rumah tangga, Rosmini aktive sekali dalam hal menyelidiki dan menyeruduk. Suara anak kecil yang keluar dari tetangga sebelahnya saja membuat dia merasa terpanggil dan terus mengusut, dibantu dengan ke dua adik perempuannya, mereka mengintip dan terus memperhatikan rumah yang dicurigai terdapat suara anak kecil tersebut, dan barulah keesok harinya dia bertanya, mengapa didalam rumah ada suara anak kecil?

Sedangkan suaminya pak Heri, menyukai persaingan sikut-menyikut. Bak wilayah yang masih baru, dia menginginkan pujian dan pemujaan. Sayangnya dia adalah bermulut sambal. Apapun yang dia keluarkan dari mulutnya, harus dijadikan pujian, jika mendapat teguran, dia akan berulah dan memanipulasi keadaan. Istrinya sebagai kaki tangannya yang akan bergerak berjalan menebar berita, dan saling bergantian.

Bu Ananta yang tinggal bersebelahan dengan rumah mereka korban dari celoteh dan ambisi mereka diwilayah baru tersebut. Usaha yang baru saja hendak dibukanya sudah mendapat isu yang kurang baik, lantaran pak Heri sudah menebarkan bahwa dialah pemilik dari usaha keluarga Ananta, padahal dia sendiri sudah membuka usaha pembuatan SIM asli atau palsu ok dengan nama WIDURI. Beberapa kali Rosmini terlihat sibuk dengan alasannya, entah karena suaminya kena PHK atau lain sebagainya. Pak Heri yang tidak puas dengan itu semua, kembali sibuk menuai kebencian terhadap keluarga Ananta, dia selalu mengeluhkan dengan mengejek keluarga Ananta, begitu juga Rosmini yang turut berkolaborasi jika berada dibelakang keluarga Ananta.

Hari berganti hari, Rosmini melahirkan anaknya yang keempat, mereka mengatakan seharusnya anak mereka sudah tiga, namun meninggal pada saat sudah dilahirkan. Dan yang keepat ini, Rosminipun mengatakan sempat diberi obat untuk menggugurkan kandungannya. Dan diberi nama Aji Sampurna.

Kelakuan Heri dan Rosmini tidak hanya dimulut saja yang suka menebarkan fitnah dan gangguan telinga lainnya. Tangannyapun rajin melemparkan benda-benda ke rumah keluarga Ananta. Lantaran tidak bisa mencari titipannya susu bayinya itu, Rosmini membuang dus susu ke pekarangan rumah keluarga Ananta, hingga dua kali berturut. Hal seperti ini pun tidak dimasalahkan oleh keluarga Ananta.

Setahun kemudian dia pun melahirkan kembali, lahirlah Faiq anak ke lima mereka, Rosmini lagi-lagi menceritakan obat pengguran bayi yang sudah berkali-kali diminumnya, namun bayinya tetap selamat.

Kesempatan untuk memperburuk keluarga Ananta pun bagai benang merah. Hadirnya Cipta Karya merupakan kesempatan Heri untuk mengeluarkan uneg-unegnya yang berlanjut. Cipta Karya sudah hampir setahun tinggal dengan menyewa sebuah rumah tepat didepan rumah pak Heri, karena pihak kecamatan parung panjang melarang mereka berkantor di wilayah kantor kecamatan, kegiatan mereka cukup sederhana mengangkut dan membuat sampah, ternyata mereka ingin mempunyai kegiatan tambahan, namun sayangnya inilah yang menjadi masalah, karena mendapat larangan dan teguran dari beberapa pihak, sehingga menimbulkan masalah pada keluarga Ananta, maklum kegiatan yang mereka inginkan adalah intip mengintip anak perempuannya pak Ananta dan mencampuri urusan usaha milik keluarga Ananta.

Rosmini mulai bertingkah, seusai magrib, dia selalu mendengar Raya anak pak Ananta membaca lantunan ayat-ayat al-quran, dan untuk ketiga kalinya, dia mulai merencanakan sesuatu. Pria-pria dari Cipta Karya yang duduk nongkong pun mendengar suara Raya yang sedang mengaji, namun mereka hanya berkomentar saja. Rosmini lewat anaknya Niki meminta Raya untuk memandikan Aji pada saat itu juga namun ditolaknya. Penolakkan tersebut membuat Rosmini gusar, esok paginya Rosmini memanggil mama Fitri dan menceritakan perilaku keluarga Ananta yang tidak ingin tolong-menolang, dengan alasan "bapaknya belum pulang."-heri. Pak Heri pun merasa tidak suka kemudian dengan perilaku yang anehnya berbicara pada dinding yang bersuara pintu kamar mandi, "he..he.. bapaknya belum pulang."

Mendengar kondisi Cipta Karya pak Heripun menjadi merasa punya kesamaan, dan dia menceritakan sesuai dengan yang didalam otaknya. Alhasil, Cipta Karya kembali membuat keramaian yang merusuhkan keluarga Ananta. Suara tawa kelakar keji pihak Cipta Karya yang menjelek-jelekan keluarga Ananta merupakan malam terakhir mereka, karena keesok harinya rumah sewa yang mereka tempati itu sudah kosong. Dan Rosmini dengan sigapnya segera menemui dengan gaya kilatnya, "mereka pindah bukan karena itu, harganya mahal.." kemudian berlalu, bu Ananta dan Raya hanya tercengang, melihat perilaku Rosmini yang tidak bisa berbasa-basi itu..

Beberapa hari Cipta Karya mengkosonkan, Ucok si tukang ojek menjadi bertanya-tanya, dan menemui Heri dan Rosmini, akhirnya, Raya kembali mendapat serangan dari pihak tukang ojek dan lain sebagainya ..

Rosmini dengan kegiatan kasak-kusuk itu senang sekali membuat kusuk kehidupan Raya, tiada hari tanpa buat gaduh fitnah buat keluarga Ananta supaya dipermasalahkan. Raya yang menginginkan kenyamanan akhirnya memutuskan untuk mendatangi mereka dan berbicara dewasa agar kedengkian Heri dan Rosmini tidak terus berlanjut, apalagi Raya tidak menyenangi apabila dinding kamarnya penuh dengan perkataan keji.

Heri dan Rosmini tidak menerima semua teguran, dan akhirnya kasak-kusuk yang mereka lakukan lebih panas lagi dan manipulasi alibi terus dilakukan, meski terlihat gaya kekanak-kanakan.

Sudah hampir beberapa bulan ini, strategi Raya berhasil. Dia sudah tidak lagi mendengar celotehan runyamnya Rosmini yang membuat bising. Tapi sesekali dia bisa mendengar sakit jiwanya Rosmini yang tertawa riang jika terlihat Raya merasa kesusahan, begitu juga adik dari Rosmini memiliki dukungan terhadap Rosmini.

Babak ketiga, terjadi lagi keramaian yang terjadi di wilayah komplek beringin. Kini pelakunya adalah pak Ujang makelar mobil yang stress. Dan akhirnya Cipta Karya, Ujang, pak Heri, dan tukang ojek CS-ucok;ali; dll sibuk mengganggu Raya dan merekapun terus menyerang jika Raya mengadukan pada orang tuanya.

Menjelang subuh, dimulailah Drama yang dipersembahkan buat Rosmini sebagai obat karena pelarangan menggosipin Raya-teguran Raya terhadapnya beberapa tahun lalu. Temanyanya "benar memangnya Raya anak soleh? kenapa kok diganggu ga boleh?", Heri, Rosmini, Niki dan Aji serta neneknya telah siap menyambut suara dibalik dinding, .. mereka memulainya ketika suara air wudu di dinding sudah mulai terdengar,
"terus sorakin lagi .." ..
"lebih kenceng lagi .."..
"sekali lagi .."..
Aji dengan suara anak-anaknya mengikuti perintah ibunya-Rosmini, yang berteriak semangat menjelang subuh.. "emangnya dia anak soleh?"

beberapa hari kemudia di bulan ketiga tahun 2005 adalah awal dari kehancuran Raya, mereka menggunakan cara curang lewat belakang. Dan semua yang memiliki sakit jiwa-pesakitan yang sudah bertahun-tahun menjadi sembuh karena Raya sudah disakiti, Rosmini mendapat kelegaan karena akhirnya bisa dengan ceria mengucapkan kerusuhan begitu juga Heri suaminya, Ujang kemudian bergegas pindah, ojek CS-ucok; ali dll berpura-pura tidak mengetahui,..

The End,

Mereka kembali pada prilaku sebelumnya dan lebih parah, dan saling membantu, ketika setahun setelah musibah Heri mulai membunyikan peluit kasak kusuknya, dan Raya membeberkan pembenarnya, akhirnya Raya tidak mendapat dukungan sedangkan dinding kamarnya terus bersuara mengganggu setiap jam tidur .. Raya telah pindah dari kampung parung panjang.

-Parung Panjang Erorr-</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Parung Panjang?<br />
sulit kendaraan, pada jam malam..<br />
gersang..<br />
katanya daerah sengketa, dll..<br />
dan praktis naik kereta yg penuh dengan bau tak sedap..<br />
sudah banyak perumahan yang dibangun disana..<br />
dahulu tinggal disana masih terasa sepii..<br />
angkerr, ga cocok untuk gadis muda belia yang baru menetap disana!</p>
<p>cerita kecil:<br />
tinggalah disana sepasang suami istri yang memiliki dua orang anak, anak pertama perempuan, dan yang kedua laki-laki. Suaminya bernama Heri Sutini bekerja di salah satu pabrik genteng di daerah cikokol, dan istrinya bernama Rosmini hanyalah ibu rumah tangga sajalah. Anak perempuan mereka yang berusian dua belas tahun itu, diasuh dengan neneknya yang menetap di daerah cikokol, dia tidak menginginkan tinggal bersama orang tuanya, dengan alasan yang bermacam. Anak kedua mereka berusia sembilan tahun ikut bersama kedua orang tuanya.</p>
<p>Sehari-hari Rosmini hanya dirumah saja bersama Niki yang masih duduk dibangku sekolah dasar. Terkadang Rosmini sering kali mengeluhkan tentang semua hal pada tetangga barunya yang berada tepat disebelah rumahnya, hal-hal yang dikeluhkan seputar suaminya, Rosmini pernah mengakui tindakan kekerasan dalam hubungan intimnya, dia merasa berat harus hamil lagi dan lagi, belum lagi cerita selingkuhan suaminya dengan sekretarisnya, maklum katanya pula suaminya itu bekerja di perusahaan ayahnya sendiri dan menduduki posisi ayahnya sekarang. Anak perempuannya Riris yang sudah memasuki sekolah ditingkat pertama pun, menjadikannya Rosmini alasan untuk menceritakan ketakutannya bahwa amarah suaminya sangat menyeramkan, lantaran Riris yang bermain terlalu lama dan sempat mandi dirumah tetangganya yang jarak rumahnya tidaklah begitu jauh.</p>
<p>Meski berstatus ibu rumah tangga, Rosmini aktive sekali dalam hal menyelidiki dan menyeruduk. Suara anak kecil yang keluar dari tetangga sebelahnya saja membuat dia merasa terpanggil dan terus mengusut, dibantu dengan ke dua adik perempuannya, mereka mengintip dan terus memperhatikan rumah yang dicurigai terdapat suara anak kecil tersebut, dan barulah keesok harinya dia bertanya, mengapa didalam rumah ada suara anak kecil?</p>
<p>Sedangkan suaminya pak Heri, menyukai persaingan sikut-menyikut. Bak wilayah yang masih baru, dia menginginkan pujian dan pemujaan. Sayangnya dia adalah bermulut sambal. Apapun yang dia keluarkan dari mulutnya, harus dijadikan pujian, jika mendapat teguran, dia akan berulah dan memanipulasi keadaan. Istrinya sebagai kaki tangannya yang akan bergerak berjalan menebar berita, dan saling bergantian.</p>
<p>Bu Ananta yang tinggal bersebelahan dengan rumah mereka korban dari celoteh dan ambisi mereka diwilayah baru tersebut. Usaha yang baru saja hendak dibukanya sudah mendapat isu yang kurang baik, lantaran pak Heri sudah menebarkan bahwa dialah pemilik dari usaha keluarga Ananta, padahal dia sendiri sudah membuka usaha pembuatan SIM asli atau palsu ok dengan nama WIDURI. Beberapa kali Rosmini terlihat sibuk dengan alasannya, entah karena suaminya kena PHK atau lain sebagainya. Pak Heri yang tidak puas dengan itu semua, kembali sibuk menuai kebencian terhadap keluarga Ananta, dia selalu mengeluhkan dengan mengejek keluarga Ananta, begitu juga Rosmini yang turut berkolaborasi jika berada dibelakang keluarga Ananta.</p>
<p>Hari berganti hari, Rosmini melahirkan anaknya yang keempat, mereka mengatakan seharusnya anak mereka sudah tiga, namun meninggal pada saat sudah dilahirkan. Dan yang keepat ini, Rosminipun mengatakan sempat diberi obat untuk menggugurkan kandungannya. Dan diberi nama Aji Sampurna.</p>
<p>Kelakuan Heri dan Rosmini tidak hanya dimulut saja yang suka menebarkan fitnah dan gangguan telinga lainnya. Tangannyapun rajin melemparkan benda-benda ke rumah keluarga Ananta. Lantaran tidak bisa mencari titipannya susu bayinya itu, Rosmini membuang dus susu ke pekarangan rumah keluarga Ananta, hingga dua kali berturut. Hal seperti ini pun tidak dimasalahkan oleh keluarga Ananta.</p>
<p>Setahun kemudian dia pun melahirkan kembali, lahirlah Faiq anak ke lima mereka, Rosmini lagi-lagi menceritakan obat pengguran bayi yang sudah berkali-kali diminumnya, namun bayinya tetap selamat.</p>
<p>Kesempatan untuk memperburuk keluarga Ananta pun bagai benang merah. Hadirnya Cipta Karya merupakan kesempatan Heri untuk mengeluarkan uneg-unegnya yang berlanjut. Cipta Karya sudah hampir setahun tinggal dengan menyewa sebuah rumah tepat didepan rumah pak Heri, karena pihak kecamatan parung panjang melarang mereka berkantor di wilayah kantor kecamatan, kegiatan mereka cukup sederhana mengangkut dan membuat sampah, ternyata mereka ingin mempunyai kegiatan tambahan, namun sayangnya inilah yang menjadi masalah, karena mendapat larangan dan teguran dari beberapa pihak, sehingga menimbulkan masalah pada keluarga Ananta, maklum kegiatan yang mereka inginkan adalah intip mengintip anak perempuannya pak Ananta dan mencampuri urusan usaha milik keluarga Ananta.</p>
<p>Rosmini mulai bertingkah, seusai magrib, dia selalu mendengar Raya anak pak Ananta membaca lantunan ayat-ayat al-quran, dan untuk ketiga kalinya, dia mulai merencanakan sesuatu. Pria-pria dari Cipta Karya yang duduk nongkong pun mendengar suara Raya yang sedang mengaji, namun mereka hanya berkomentar saja. Rosmini lewat anaknya Niki meminta Raya untuk memandikan Aji pada saat itu juga namun ditolaknya. Penolakkan tersebut membuat Rosmini gusar, esok paginya Rosmini memanggil mama Fitri dan menceritakan perilaku keluarga Ananta yang tidak ingin tolong-menolang, dengan alasan &#8220;bapaknya belum pulang.&#8221;-heri. Pak Heri pun merasa tidak suka kemudian dengan perilaku yang anehnya berbicara pada dinding yang bersuara pintu kamar mandi, &#8220;he..he.. bapaknya belum pulang.&#8221;</p>
<p>Mendengar kondisi Cipta Karya pak Heripun menjadi merasa punya kesamaan, dan dia menceritakan sesuai dengan yang didalam otaknya. Alhasil, Cipta Karya kembali membuat keramaian yang merusuhkan keluarga Ananta. Suara tawa kelakar keji pihak Cipta Karya yang menjelek-jelekan keluarga Ananta merupakan malam terakhir mereka, karena keesok harinya rumah sewa yang mereka tempati itu sudah kosong. Dan Rosmini dengan sigapnya segera menemui dengan gaya kilatnya, &#8220;mereka pindah bukan karena itu, harganya mahal..&#8221; kemudian berlalu, bu Ananta dan Raya hanya tercengang, melihat perilaku Rosmini yang tidak bisa berbasa-basi itu..</p>
<p>Beberapa hari Cipta Karya mengkosonkan, Ucok si tukang ojek menjadi bertanya-tanya, dan menemui Heri dan Rosmini, akhirnya, Raya kembali mendapat serangan dari pihak tukang ojek dan lain sebagainya ..</p>
<p>Rosmini dengan kegiatan kasak-kusuk itu senang sekali membuat kusuk kehidupan Raya, tiada hari tanpa buat gaduh fitnah buat keluarga Ananta supaya dipermasalahkan. Raya yang menginginkan kenyamanan akhirnya memutuskan untuk mendatangi mereka dan berbicara dewasa agar kedengkian Heri dan Rosmini tidak terus berlanjut, apalagi Raya tidak menyenangi apabila dinding kamarnya penuh dengan perkataan keji.</p>
<p>Heri dan Rosmini tidak menerima semua teguran, dan akhirnya kasak-kusuk yang mereka lakukan lebih panas lagi dan manipulasi alibi terus dilakukan, meski terlihat gaya kekanak-kanakan.</p>
<p>Sudah hampir beberapa bulan ini, strategi Raya berhasil. Dia sudah tidak lagi mendengar celotehan runyamnya Rosmini yang membuat bising. Tapi sesekali dia bisa mendengar sakit jiwanya Rosmini yang tertawa riang jika terlihat Raya merasa kesusahan, begitu juga adik dari Rosmini memiliki dukungan terhadap Rosmini.</p>
<p>Babak ketiga, terjadi lagi keramaian yang terjadi di wilayah komplek beringin. Kini pelakunya adalah pak Ujang makelar mobil yang stress. Dan akhirnya Cipta Karya, Ujang, pak Heri, dan tukang ojek CS-ucok;ali; dll sibuk mengganggu Raya dan merekapun terus menyerang jika Raya mengadukan pada orang tuanya.</p>
<p>Menjelang subuh, dimulailah Drama yang dipersembahkan buat Rosmini sebagai obat karena pelarangan menggosipin Raya-teguran Raya terhadapnya beberapa tahun lalu. Temanyanya &#8220;benar memangnya Raya anak soleh? kenapa kok diganggu ga boleh?&#8221;, Heri, Rosmini, Niki dan Aji serta neneknya telah siap menyambut suara dibalik dinding, .. mereka memulainya ketika suara air wudu di dinding sudah mulai terdengar,<br />
&#8220;terus sorakin lagi ..&#8221; ..<br />
&#8220;lebih kenceng lagi ..&#8221;..<br />
&#8220;sekali lagi ..&#8221;..<br />
Aji dengan suara anak-anaknya mengikuti perintah ibunya-Rosmini, yang berteriak semangat menjelang subuh.. &#8220;emangnya dia anak soleh?&#8221;</p>
<p>beberapa hari kemudia di bulan ketiga tahun 2005 adalah awal dari kehancuran Raya, mereka menggunakan cara curang lewat belakang. Dan semua yang memiliki sakit jiwa-pesakitan yang sudah bertahun-tahun menjadi sembuh karena Raya sudah disakiti, Rosmini mendapat kelegaan karena akhirnya bisa dengan ceria mengucapkan kerusuhan begitu juga Heri suaminya, Ujang kemudian bergegas pindah, ojek CS-ucok; ali dll berpura-pura tidak mengetahui,..</p>
<p>The End,</p>
<p>Mereka kembali pada prilaku sebelumnya dan lebih parah, dan saling membantu, ketika setahun setelah musibah Heri mulai membunyikan peluit kasak kusuknya, dan Raya membeberkan pembenarnya, akhirnya Raya tidak mendapat dukungan sedangkan dinding kamarnya terus bersuara mengganggu setiap jam tidur .. Raya telah pindah dari kampung parung panjang.</p>
<p>-Parung Panjang Erorr-</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: bank zul</title>
		<link>http://www.parungpanjang.info/2008/02/07/parung-panjang-itu-jauh/#comment-992</link>
		<dc:creator>bank zul</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Oct 2010 06:38:31 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.parungpanjang.info/2008/02/07/parung-panjang-itu-jauh/#comment-992</guid>
		<description>Libur dateng (sabtu-minggu) udah anteb dah, buat istirahat n konsentrasi dah pasti  parungpanjang tempatnya, kalo udah mulai beraktivitas rasanya males, bosan, bolak balik jalan perungpanjang gak di jalan protokol,  jalan provinsi ataupun jalan lingkungan di perumahan, semua hancur; Pak SBY n' mentri2nya  plesiran donk ke parungpanjang, biar pemkab, kontraktor n depelover pade bebenah, nyang penting dateng jgn peke hely, lewat tuh jalur darat,  ye   ye   ye...........</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Libur dateng (sabtu-minggu) udah anteb dah, buat istirahat n konsentrasi dah pasti  parungpanjang tempatnya, kalo udah mulai beraktivitas rasanya males, bosan, bolak balik jalan perungpanjang gak di jalan protokol,  jalan provinsi ataupun jalan lingkungan di perumahan, semua hancur; Pak SBY n&#8217; mentri2nya  plesiran donk ke parungpanjang, biar pemkab, kontraktor n depelover pade bebenah, nyang penting dateng jgn peke hely, lewat tuh jalur darat,  ye   ye   ye&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: portal berita</title>
		<link>http://www.parungpanjang.info/2008/02/07/parung-panjang-itu-jauh/#comment-949</link>
		<dc:creator>portal berita</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Sep 2010 04:04:47 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.parungpanjang.info/2008/02/07/parung-panjang-itu-jauh/#comment-949</guid>
		<description>kerennn... keep posting gan :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kerennn&#8230; keep posting gan <img src='http://www.parungpanjang.info/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: alwani</title>
		<link>http://www.parungpanjang.info/2008/02/07/parung-panjang-itu-jauh/#comment-928</link>
		<dc:creator>alwani</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Sep 2010 23:18:18 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.parungpanjang.info/2008/02/07/parung-panjang-itu-jauh/#comment-928</guid>
		<description>Parung panjang tempat jin buang anak</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Parung panjang tempat jin buang anak</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: MALAIKAT</title>
		<link>http://www.parungpanjang.info/2008/02/07/parung-panjang-itu-jauh/#comment-923</link>
		<dc:creator>MALAIKAT</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Sep 2010 02:38:21 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.parungpanjang.info/2008/02/07/parung-panjang-itu-jauh/#comment-923</guid>
		<description>Perumahan Griya Parung panjang sekarang sudah ada kemajuan dan pembangunan perumahan griya parung panjang sudah di bagusin dan harga sudah naik tinggi makanya saya imbau kepada warga perumahan griya parung panjang jangan pade bubar  nanti ente nyesel,... lihat aja nanti perumahan griya parung panjang makal rame semua pasilitas lengkap apa yang kita  harapkan terwujud dan terbukti, selamat berjuang perumahan griya parung panjang jangan merejera begitu aja PT Masa Kreasi memperjuangan untuk majunya pembangunan Perumahan Griya Parung Panjang.  LANJUTKAN</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Perumahan Griya Parung panjang sekarang sudah ada kemajuan dan pembangunan perumahan griya parung panjang sudah di bagusin dan harga sudah naik tinggi makanya saya imbau kepada warga perumahan griya parung panjang jangan pade bubar  nanti ente nyesel,&#8230; lihat aja nanti perumahan griya parung panjang makal rame semua pasilitas lengkap apa yang kita  harapkan terwujud dan terbukti, selamat berjuang perumahan griya parung panjang jangan merejera begitu aja PT Masa Kreasi memperjuangan untuk majunya pembangunan Perumahan Griya Parung Panjang.  LANJUTKAN</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: vinezca</title>
		<link>http://www.parungpanjang.info/2008/02/07/parung-panjang-itu-jauh/#comment-854</link>
		<dc:creator>vinezca</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Sep 2010 04:09:50 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.parungpanjang.info/2008/02/07/parung-panjang-itu-jauh/#comment-854</guid>
		<description>aduh............. masa tempat kelahiran ku dijadiin tempat percobaan nuklir sich, biar ancur tapi parung-panjang city tetap kampung ku yang ku rindukan, wkkkkkk....... kira" 50 tahun lagi parung - panjang akan jadi pusat Macau di daerah bogor dan jadi pusat kota penuh dengan Mall, sekarang aja udah banyak Hotel berbintang di daerah lumpang city ( masih parung-panjang loh) hotelnya dari bintang 3 sampe bintang 10 ada, dan selalu penuh tiap bulanya, tapi klw musim lebaran sepi coz tamunya pada diangkut ke pasar semua buat temenin makan ketupat. wkkkkkkk</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aduh&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. masa tempat kelahiran ku dijadiin tempat percobaan nuklir sich, biar ancur tapi parung-panjang city tetap kampung ku yang ku rindukan, wkkkkkk&#8230;&#8230;. kira&#8221; 50 tahun lagi parung - panjang akan jadi pusat Macau di daerah bogor dan jadi pusat kota penuh dengan Mall, sekarang aja udah banyak Hotel berbintang di daerah lumpang city ( masih parung-panjang loh) hotelnya dari bintang 3 sampe bintang 10 ada, dan selalu penuh tiap bulanya, tapi klw musim lebaran sepi coz tamunya pada diangkut ke pasar semua buat temenin makan ketupat. wkkkkkkk</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dharsono</title>
		<link>http://www.parungpanjang.info/2008/02/07/parung-panjang-itu-jauh/#comment-787</link>
		<dc:creator>Dharsono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Aug 2010 03:37:40 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.parungpanjang.info/2008/02/07/parung-panjang-itu-jauh/#comment-787</guid>
		<description>Sekarang, parung panjang udah agak mendingan tidak seperti ketika saya tinggalkan 4 tahun yang lalu, tetapi perkembangannya pun ga bagus-bagus amat, masalahnya jalan yang dari parung panjang arah jagabaya masih banyak yang rusak. Entah apa sebabnya sebab katanya masih jadi persengketaan antara kapupaten bogor barat dan bogor selatan apa saya ga tau... yang pasti masih terlalu lelet untuk melek menuju perkembangannya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sekarang, parung panjang udah agak mendingan tidak seperti ketika saya tinggalkan 4 tahun yang lalu, tetapi perkembangannya pun ga bagus-bagus amat, masalahnya jalan yang dari parung panjang arah jagabaya masih banyak yang rusak. Entah apa sebabnya sebab katanya masih jadi persengketaan antara kapupaten bogor barat dan bogor selatan apa saya ga tau&#8230; yang pasti masih terlalu lelet untuk melek menuju perkembangannya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

