Parung Panjang Itu Jauh?

Feb
07

Sarie febriane

Sejak dua tahun lalu, Audrey (33) kerap kali terpaksa harus menipu sopir taksi. Bagaimana tidak, tanpa penipuan, bisa-bisa Audrey tak bisa pulang. Rumahnya di Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, selalu “berhasil” membuat sopir taksi mana pun kehilangan hasrat untuk mengantarnya.

“Jadi saya naik dulu aja, bilang sama sopir ke arah Tangerang. Nanti di tengah jalan, baru saya bilang ke Parung Panjang. Supirnya biasanya langsung cemberut. Habis kalau enggak pakai cara begitu, saya selalu ditolak sopir taksi,” kenang Audrey, warga Perumnas Bumi Parung Panjang, sejak dua tahun lalu.

Parung Panjang sebenarnya tidak terlalu jauh dari kawasan kota satelit Bumi Serpong Damai (BSD), hanya sekitar 10 menit berkendaraan. Dari Jakarta, Kecamatan Parung Panjang dapat ditempuh sejauh 45 kilometer. Sementara dari ibu kota Kabupaten Bogor, yakni Cibinong, jarak tempuhnya lebih jauh lagi, yakni sekitar 65 kilometer.

Meski dekat dengan BSD, citra Parung Panjang masih seringkali dianggap jauh dari “peradaban”. Sopir taksi menganggapnya tak cuma kawasan pelosok, tetapi juga mengkhawatirkan.

Jalan utama yang rusak berat, lampu penerangan jalan yang langka, serta kawasan yang relatif senyap di kala malam, membuat sopir taksi sungguh segan melintasi Parung Panjang. Kini, meski relatif sudah lebih ramai, terlebih sejak hijrahnya pendatang yang menghuni perumnas, infrastruktur jalan di kawasan itu masih sangat memprihatinkan.

Kecamatan Parung Panjang saat ini dihuni 100.851 jiwa atau 24.118 (sensus daerah tahun 2006), yang tersebar di 11 desa. Secara bertahap, Parung Panjang mulai lebih ramai sejak dibukanya proyek Perumnas sejak 1996, yakni sebanyak tiga sektor dari tujuh yang direncanakan.

Areal Perumnas sebesar 400 hektar di kecamatan seluas 6.289,433 hektar ini sedianya akan menjadi proyek Perumnas terluas di Indonesia. Kini di ketiga sektor itu telah berdiri 5.179 unit rumah bertipe 21-70, yang 90 persennya telah terjual.

Kawasan Parung Panjang belakangan memang mulai dilirik sebagai kawasan permukiman yang harganya masih relatif terjangkau. Terlebih bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), yang sehari-hari masih mengandalkan ibu kota Jakarta untuk mengais nafkah.

Terbukti, Manajer Cabang Perum Perumnas Parung Panjang Chornelius Siram menyebutkan, tipe-tipe rumah di Perumnas yang paling favorit yakni bertipe 21, 27, 36, 45. Kelima tipe tersebut seharga mulai Rp 38 juta– Rp 105 juta. Di Perumnas Parung Panjang itu juga kini tengah dibangun rumah susun dengan 338 unit yang akan menampung warga gusuran dari Jakarta, misalnya para penghuni kolong-kolong jembatan.

“Di sini punya uang Rp 3 juta aja sudah bisa punya tanah lumayan luas. Harga Rp 20.000 per meter juga masih ada,” tutur Narkiyah, Kepala Seksi Ekonomi Kecamatan Parung Panjang.

Salah satu yang membuat kawasan ini mulai diminati untuk bermukim yakni terdapatnya lintasan Kereta Api Diesel (KRD) jurusan Kota-Rangkasbitung. Dengan hanya tiket seharga Rp 1.500, warga Parung Panjang sudah dapat mengakses Jakarta. Ongkos ke Jakarta tersebut jauh lebih rendah ketimbang harus menempuh dengan angkutan umum, yang harus berganti-ganti setidaknya lima kali, termasuk ojek. Tak heran, saban hari ribuan penumpang memadati stasiun KRD Parung Panjang untuk berebut ruang gerbong dan juga atap gerbong kereta.

Camat Parung Panjang Zaenal Ashari mengatakan, sebagian besar warga saban pagi pergi ke Jakarta untuk mencari nafkah. Mereka bekerja baik di sektor informal maupun formal. Warga Perumnas, misalnya, banyak yang bekerja di sektor formal semacam pegawai negeri, ataupun swasta.

Sementara warga di perkampungan banyak yang bekerja di sektor perdagangan. Meski di sejumlah tempat terdapat galian pasir hitam, putih, serta bahan semen dan keramik, hal itu tidak berkontribusi signifikan bagi perekonomian warga. Sebab, hanya segelintir warga yang memiliki tanah galian yang dapat membisniskannya. Sebab itu, laju pencarian nafkah ke Jakarta tetap tinggi. Akibatnya, transportasi kereta menjadi sangat krusial menopang laju hidup sehari-hari. Apalagi ketika infrastruktur transportasi jalan sangat mengkhawatirkan.

Masalah kelangkaan air bersih juga sempat memusingkan warga di musim kering yang lalu. Ditambah lagi suplai air dari PDAM sempat mati hingga dua bulan lamanya.

Sumber:
http://kompas.com/kompas-cetak/0702/26/metro/3336944.htm

40 Responses to “Parung Panjang Itu Jauh?”

  1. fusion Says:

    Beneeeeeeeeeeeeerrrrrr bangett..PARUNG PANJANG emang jauhh……daerahnya kek terisolir..dah gitu jalannya awwwww…Gw rasa parung nantinya bakal dijadiin tempat semacam penjara alcatraz atau tempat buat uji coba Nuklir..kwkkkwkwkwk.Wah kl gw ampe punya pacar yg tinggalna didaerah sana,bisa bisa setaun sekali gw apelinnya…hahahahaha.Peace…;)

  2. Dr. Bambang Supriyadi Says:

    Perkembanganya yang sangat lambat di Parungpanjang mengakibatkan sebagian warga yang sudah pindah di pelbagai perumahan di pParungpanjang, angkat koper kembali. Kemajuan ini semoga berarti bagi peningkatan IPM, yang lebih penting adanya pembangunan infrastruktur yang sudah sangat parah untuk memutus isolasi daerah ini. Maju Parungpanjang, siapa lagi yang mau membangun Bogor, kalau bukan kita? Mudah-mudahan pemerintah merealisasikan kembali pembangunan jalan Til yang sempat tertunda sewaktu krismon 97.

  3. Armen Sugiyanto,SE Says:

    setuju… jika tidak adanya pembangunan infrastruktur yang memadai.. sangat sulit sekali untuk menjadikan kota parung sebagai kota megapolitan… yang ada tetap menjadi kota MEGASULITAN.. secara begitu sulitnya jika kita membutuhkan sesuatu disana.. peace ah.. :p

  4. ramdani Says:

    gw pernah ke parung panjang waktu sma..jauuhhhh banget en jalannya rusak..ternyata setelah 12 tahun tetap saja seperti itu…sy punya teman sma dulu tinggalnya deket stasiun kerata api parung panjang..temen gw ini anak kontraktor dulunya..ada yg kenal ?

  5. Dharsono Says:

    Parung panjang adalah daerah, dimana saya pernah tinggal tepatnya desa jagabaya (dari kecamatan parung panjang masih ke utara) jauhnya itu bujug buneng. Saya tinggal di perumahan Griya Selaras Baru desa Jagabaya (Ciresek) Kalo pulang kerja kemaleman dikit aja udah ga ada mobil, paling paling numpang truk batu yang melitas tiap hari di depan komplek. Hal itu sih sebetulnya tidak terlalu problem buat saya, yang jadi masalah mendasar adalah sering tidak ada air (daerah sussah aiiiir). Tolonglah bapak camat/ atau pejabat setempat segera dibautkan PAM untuk daerah tersebut….
    PISSS untuk JAGABAYA…..
    Salam kompak selalu

  6. Chuang_the_movie Says:

    Gue orang parungpanjang, tapi gw bukan tulen orang parungpanjang. tahun 1992 gw mulai kenal Parungpanjang. saat itu begitu asri parungpanjang. sekarang kebalikannya jika dilihat dari alur jalan / akses jalan utama.. waduh buktiin sendiri dah keparungpanjang, lintas dari jembatan malangnengah ampe labakwangi waduh 75% bukan jalan menurut saya. apalagi saat musim hujan genangan air ada sepanjang jalan tsb. nah kalo musim kemaro debu jalanan menghempas warga yang rumah dipinggir jalan. depat dilihat dan buktiin sendiri di depan rumah gw (cikabon) paling parah, udah gw laporan via DLLAJ yang kerjaannya menjerat rupiah dijalanan. ada hasilnya sih, tapi cuma diurug ama puing bekas bangunan… waduh kebayang sendiri dah. nah gw selaku masyarakat kecil minta ke aparatur pemerintahan setempat dengan semua unsur terkait AYOLAH BANGUN AKSES JALAN diparungpanjang dengan baik……….

  7. Kamil Says:

    Waduh… parungpanjang. ada reman pinggir jalan nya.
    walo jalanan rusak masiha mao aja sopir sopir ngasih jatah reman dipenggir jalan. duitnya buat apa ntuh…
    ampe sa iki jalanan rusak dan parah……….
    kasihan masyarakat. AYO BANGUN PARUNGPANJANG

  8. cie_kung Says:

    kamil…. kamu bener….!!!!!!! duitnya untuk sapa tuch….. :-@ dasar reman baju biru muda kurang ajar…. :-@

  9. supeno Says:

    Kami orang parung panjang sudah 13 tahun kami tinggal di griya parung panjang, hingga sekarang, yang saya herankan kenapa ya parung panjang tidak ada perubahan kami mengharapkan parung panjang ada perubahan terutama jalan-jalan yang rusak parah, kami mohon kepada aparat Pemerintah setempat dan unsur yang terkait untuk memperhatikan jalan-jalan yang rusak parah, masalah banyak kendaraan yang pada jatuh dan ada juga yang tabrakan, marikita sama-sama Membangunan Parung Panjang demi masa depan anak cucu kita. Insya Allah Aparat Pemerintah kita memperhatikannya Amiinnnn

  10. puryadi Says:

    Saya dari Jakarta sebentar lagi mau hijrah ke Perum Inkopad Cibunar Parung Panjang, Sudah beberapa kali pulang pergi kesana lumayan cukup jauh dan jarak tempuh ke tempat kerja Jl Panjang Kedoya Jak Bar memakan waktu -/+2.5 jam.
    Soal jarak sih memang terhitung jauh dah gitu akses jalan ga ada yg enak kalau dah Bagusnya di jalan legok-prg panjang sebelum rel KA sy langsung ambil kanan soalnya selepas rel jalannya hancur lebur parah bangat kalau hujan dah kaya kubangan kebo.Tapi di balik itu saya tetap optimis bahwa suatu saat Parung panjang pasti akan menjadi kota terbaik di banding kecamatan lainnya,lihat saja sudah berapa banyak perumahan di bangun disana dan terus semakin menjamur, terlebih telah terbentuknya otonomi daerah Kabupaten Bogor Barat yg akan mengejar segala sisi yg tertinggal.Ayo sama sama kita bangun Parung Panjang !

  11. chimenk kadaung Says:

    kapan jalan lebak wangi - parung panjang di aspal……………

  12. Orang Deket Says:

    Parung panjang letaknya di ujung Kba Bogor berbatasan langsung dengan Kba Tangerang, sptnya kurang dapat perhatian oleh PEMDA Bogor yang lbh memperhatikan daerah Puncak dan sekitarnya

  13. Dharsono Says:

    Parung panjang oh parung panjang … tidak akan pernah ada perubahan selama …
    korupsi dan premanisme masih merajalela disana…
    Ayo lah warga parung bangkit ini sudah tahun 2009 tahun kebangkitan
    jangan mau hanya menjadi objek ekploitasi bagi warga lainnya

  14. echo Says:

    P ermukiman mulai berkembang sejak ada pembangunaan oleh perumnas
    A kan tetapi fasilitas dan infrastruktur lain nya belum banyak menunjang
    R adio Komunitas Sudah mulai muncul ssbg media hiburan
    U nggulan daerah berupa gunung batu dan wisata goa gedawang
    N amun ini dapat menjadi potensi daerah dn wisata
    G erak perekonomian sudah mulai menggeliat

    P remanisme kadang menjadi solusi dalam menyelesaikan masalah
    A kan mah tidak mau ikut-2 an
    N antikan infrastruktur KRL tahun ini
    J angan tunda uji cobanya agar sarana transportasi memadai
    A kan membawa perkembangan wilayah yg maju
    N yok…. kita rame-rame menjaga fasilitas stasiun KA
    G una tercipta kedamaian dan kesejahteraan masyarakat parung

  15. damai Says:

    Saya jg setuju dgn comment temen2. Butuh perhatian khusus dari Pemda, terutama akses jalan harus diperbaiki & dibeton saja. Kalau jln sdh bagus, saya rasa akan mudah mengembangkan kota Parung Panjang

  16. neneng zakiah Says:

    aduh…kasihan banget ya parung panjang dari dahulu selalu di identik kan dengan hal-hal yg menyerm kan.saya lahir dan besar di parung panjang[kabasiran]dari dulu keadaan nya tdk pernah berubah.jalan nya selalu rusak dan berlubang.sampai2 aku pernah di pernah di putusin pacar dengan alasan malas apel ke rumah ku karna harus melewati jalan rusak.kasihan banget ya aku….tapi walaupun aku sekarang telah hijrah dari parung panjang[gak jauh-jauh amat sih…]aku selalu ingat dan rindu tuk pulang.karna di sana lah tempat aku mengukir asa….

  17. urang kampung kandang Says:

    lurah parung panjang masih gaston?
    yang preman itu katanya ya?

  18. Adoy Says:

    Siapa bilang parungpanjang menyeramkan dan jauh,,,,?????

    Emang Gw akuin parungpanjang dulu seperti itu tetapi sekarang udah Beda cuy,,,sekarang parungpanjang udah maju apalagih sekarang udah ada perumnas dari perum 1,2,3 and disana juga ada rumah susun yang ga kalah tinggi dan mewahnya diban dingkan gedung2 yang ada dijakarta. And yang paling penting di dan sangat sangat penting adalah disana ada sekolah SMK yang yang sangat mengutamakan prestasi belajar bagi siswa/i nya ketimbang uang,,,,!!!!!!!!!!
    Pada mautahu ga nama sekolahnya apaan,,,,,,,,????????

    Nama sekolahnya adalah (”SMK BINA PUTRA MANDIRI”)

  19. pahmi Says:

    saya berharap bukan hanya kita yang akan merealisasikan daerah bogor khususnya parung panjang bogor yang sangat memprihatinkan.Dan mungkin hanya orang-orang/genersi yang akan membuat parung panjang menjadi lebih maju untuk masa depan yang akan datang dan dan menjadi yang terbaik dari daerah apapun.karena parung panjang adalah daerah papuanya daerah bogor.

  20. Endang Faturahman Says:

    Saya sdh 10 thn tinggal di sana, terus terang yang ga bikin betah jalannya itu loh….kenapa ga pernah mulus…????

  21. eko nugroho Says:

    satu hal yang paling penting untuk parung panjang adalah adanya seorang tokoh yang tulus membimbing masyarakat, ikhlas ingin membangun desanya…

  22. aman komari Says:

    yang bikin pusing tinggal di parung panjang cuma jalannya doang…. soalnya gak pernah bagus…. baru beberapa hari di betulin, dah hancur lagi.. coba pihak-pihak yang berwenang cari solusi jalan terbaiknya gmn… soalnya truk yang lewat muatanya ruarrrrr biasa….. dah truknya besar (alias tronnnnton), muatanya juga gak kira-kirra….. mungkin kalo ada pengawasan dari muatan truck yang lewat dibatasi, bisa mengurangi uancurrnya jalan di daerah parungpanjang……

  23. galihws Says:

    betul, jauh banget
    mana krl masih belum jadi..
    kapan ya …

  24. eko nugroho/ radio bayu nada Says:

    parung panjang kalau menurutku ga da tokoh m pemimpinya……..

  25. F Says:

    Parung pangjang …. hmm…

    Terakhir kesana sekitar taon 98 ato 99 sewaktu masih pacaran , ternyata jalanan nya masih belum berubah ya

    rencanya nya mau kesana ,.. tapi dapat info dari situs ini jalanan nya belum bagus juga ,.. jadi mikir mikir lagi deh ….

  26. GP Says:

    Emang jalan ke parung masih parah yach?

    gw udah 3 tahun ga balik-balik ke parung , aneh juga yach dalam waktu 3 tahun infrastruktur di parung ga ngalamin banyak kemajuan..

    Nyokap gw tinggal di kabasiran, gw skarang masih ngadu nasib di sumatera nih.

    salam kenal bwat kawan-kawan yach.

  27. dani papandata Says:

    bersyukurlah sekarang akses jalan mulai diperbaiki kagak kaya kubangan kebo lagi, he….he….. tinggal dipantau kendaraan yg lewatnya, jgn melebihi kekuatan beban jalan, baru setahun dicor udah rusak, kan ga lucu…..

  28. Eni wahyu Says:

    Sbg warga pendatang th 1998 di BPP (Bumi Parung Panjang), sedih & sngt prihatin, sdh brjln13 th lmbt skali perkembangannya. Dari bnyk respons di ats, sy simpulkn “jalan lah” yg menjadi pangkal utamanya, walau saat ini sdg dilaks perbaikn jln utama, namun sy pesimis bs bertahan lama. Bgmna sektor perekonomiannya bs maju.. klu jlnnya dmkn trs. Mungkinkah? Ada unsur penyunatan dlm pembuatannya.. Sy hnya bs berharap dr transportasi ‘Double Track and KRL’ yg infonya neh? akhir 2008 sdh bs dinikmati, ternyataaa… (Bgt dech!) Sy menghimbau pd para pjbt terkait u/ lbh memperhatikn daerahnya, agar slangkah lbh maju dr tetangganya (Tangerang). Amin…

  29. djati Says:

    Memang sungguh menarik mencermati kecamatan Parung Panjang yang wilayahnya jauh dari pusat Pemerintah Kabupaten Bogor yang notabene sesungguhnya wilayahnya lebih berdekatan dengan pusat pemerintahan Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, bahkan lebih dekat lagi (bertetangga) dengan BSD yang nampak sudah lebih spektakuler pembangunan infrastrukturnya sehingga investor berlomba-lomba menanamkan investasinya membangun daerah tersebut. Kita memaklumi apabila Parung Panjang sampai saat ini belum begitu “tersentuh/dilirik” oleh Pemerintah Kabupaten Bogor krn jaraknya yang jauh dari pusat pemerintah Kabupaten Bogor memang nampak wajar. Oleh karena itu, kalau boleh usul kepada pihak yang berwenang, untuk mempertimbangkan Kecamatan Parung Panjang masuk ke dalam wilayah Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten dengan harapan semoga investor yang menanamkan modalnya membangun wilayah BSD dapat melirik untuk membangun pula Kec. Parung Panjang. Dengan memohon ridho Allah SWT. kita berdoa mudah-mudahan harapan tsb terkabul demi terwujudnya masyarakat Parung Panjang yang lebih sejahtera lahir dan batin. Amiiin… ya robbal alamiin

  30. Yahya Says:

    ParungPanjang….hmmm, mungkin perlu kita semua mengeluh kepada pemerintah kabupaten bogor, kenapa? Parung; Jampang; Ciseeng; Rumpin; Babakan; Gunung Sindur; Cogreg; dan sekitarnya adalah daerah pertani ikan dan ternak ayam. Mereka para petani yg butuh perhatian untuk fasilitas jalan yg baik agar proses pengiriman barang tdk terlalu lama. ParungPanjang juga merupakan tempat yg baik untuk kegiatan Agrobisnis. Tolong kita sampaikan aspirasi kita ke pihak pemerintah kota bogor. thx

  31. Dedi Says:

    Bersyukurlah yang memiliki wawasan daerah Parung Panjang. Lihat contoh Daerah Depok. dulu mana mau orang tinggal di Depok.diberi aja nggak mau.sekarang pada berebut.

  32. ali hadun kalibata Says:

    ane teman pimpinan kota bogor,kontrakan ane 4 dicisarua,bahenol,jalan kecisarua asoy,licin mirip sineneng,tetangga ane para pemimpin kota bogor,pada punya villa dan,ehm,simpanan si nyai.
    orang parung mah mlarat,siapa yang mau mikirin?pemda taunya fulus dan mulus.lagian diparung paling juga china benteng mlarat ato imigrant gelap dari sumatra .
    enakan di cisarua.sagalana aya.pemda bogor,mmmwwwaaah,ente memang paling yahud.

  33. supeno Says:

    Aku sangat bersyukur kepada ya Allah swt dan sangat terima kasih kepada aparat pemerintah setempat dan yang terkait, alhamdulillah ternyata sudah ada perhatian untuk membangun parung panjang bogor, coba tingkatkan lagi untuk pembangunan tahun ke depan yang lebih baik lagi dan maju menuju pembangunan yang handal, parung panjang terus jaya tanpa mundur. “SELAMAT BERJUANG PEMERINTAHAN PARUNG PANJANG BOGOR” Aku selalu berdo’a kepada Allah SWT Semoga Parung Panjang Bogor dalam lindungannya. amiin ya robbal alamiin

  34. BOWO AJI SANTOSO Says:

    AKU SANGAT BERSYUKUR KEPADA YA ALLAH SWT DAN SANGAT TERIMAKASIH KEPADA APARAT PEMERINTAH SETEMPAT DAN YANG TERKAIT,ALHAMDULILAH TERNYATA SUDAH ADA PERHATIAN UNTUK MEMBANGUN PARUNG PANJANG BOGOR,COBA TINGKATKAN LAGI UNTUK PEMBANGUNAN TAHUN KE DEPAN YANG LEBIH BAIK LAGI DAN MENUJU PEMBANGUNAN YANG HANDAL ,PARUNG PANJANG TERUS JAYA TANPA MUNDUR.”DAN PARUNG PANJANG TIDAK SEPERTI DULU LAGI KARENA SEKARANG FASILITAS Y SU DAH MENDINGA.

  35. Fauzan Says:

    Parungpanjang tersimpan banyak potensi untuk maju dibandingkan dengan tahun2 sebelumnya, banyak lulusan yang bergelar sarjana dan Magter yang sudah ada di parungpanjang.
    Tidak menutup kemungkinan parungpanjang di suatu saat nanti akan mnjadi pusat ekonnomi tinggi dari bbrapa daerah.

  36. Dafa Says:

    Ayo bangun parung bersama

  37. SURYA Says:

    Kini parung sedikit lebih baik , jalan sudah mulus bisa tarik gas 80 KM Per JAM lebih didepan smp 1 sampai perumnas terus pom dan terus lagi.

    semoga bisa terus maju .katanya mau pemekaran jadi bogor barat ? bener gak tuh
    mudah-mudahan aja bener , trus ada SAMSAT , jadi gak usah pake KTP NEMBAK dari jkt atawa tng . kan duit pajak nya gak lari ke daerah lain

    MUNGKIN KAH !!!!!!!!!!!!!!!!!!

  38. sandi Says:

    semestinya kita ga harus cuma komentar tentang parunpanjang,kalo kalian bisa memberikan yang terbaik bwt parungpanjang,kenapa ga di lakukan….!!!! w juga warga parungpanjang tapi ga ngeluh ma wilayahnya,,,,yang w keluhin pejabatnya,,,,,kenapa parungpanjang kaya gini…………

  39. supeno Says:

    Saya sangat prihatin mendengar warga parung panjang bogor katanya pada ngeluh, cobalah jangan ngeluh dan putus asa mari kita bersama-sama mendo’akan kepada Allah SWT semoga Pemerintah dan aparat yang terkait mau menerima keluhan dan memperhatikan warga parung panjang bogor menjadikan kota termaju di KOTA BOGOR ” HIDUP PARUNG PANJANG JAYA TERUS PANTANG MUNDUR “

  40. ESTI Says:

    SELAMAT BERJUANG PARUNG PANJANG
    KAMI SEMUA MENGHARAPKAN LEBIH MAJU
    DAN TIDAK LAGI MENGALAMI KESUSAHAN DAN PENDERITAAN
    AYO KITA BANGKIT DAN BERJUANG DEMI MASA DEPAN PARUNG PANJANG

    KITA MASIH ADA WAKTU UNTUK MEMBERBAIKI PEMBANGUNAN
    JANGAN MENYERAH DAN PASRAH
    INGAT ALLAH BERSAMA KITA

Leave a Reply